Belajarlah menjadi seorang pemberi dan bukan selalu menerima

Belajarlah menjadi seorang pemberi dan bukan selalu menerima

Senin, 8 Januari 2018

Bacaan: Amsal 21:21 “Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.”

Renungan:
Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Dia berkenalan dengan Ralph, prajurit yang menjemputnya di bandara. Ketika berjalan keluar, sebentar-sebentar Ralph menghilang. Ternyata ketika menghilang, Ralph banyak membantu orang. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, mengangkat dua anak kecil agar bisa melihat sinterklas dan sebagainya. Setelah sejenak menghilang, Ralph kembali ke sisi sang profesor dengan senyum khas miliknya. Sang profesor pun bertanya, “Dari mana anda belajar melakukan semua ini?” Ralph pun menjawab, “O..dari perang.” Ia menceritakan penderitaan jiwanya saat menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau. “Saya belajar bertahan hidup di antara langkah demi langkah. Saya tidak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan langkah terakhir dalam hidup saya. Karena itulah saya belajar melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan sebagai rasa syukur saya atas keselamatan di langkah-langkah sebelumnya. Saya rasa sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti sekarang ini,” kata Ralph.
Hidup ini sangat bernilai ketika kita mau dengan penuh belas kasihan meringankan beban orang-orang yang ada di sekitar kita. Dunia ini diberkati terutama oleh orang-orang yang melakukan berbagai kebaikan dan kemurahan, bukan oleh mereka yang hanya gemar membicarakannya. Artinya kehadiran kita akan memberi dampak yang positif ketika kita menjadi pelaku kasih, bukan orang yang gemar mengumandangkan kasih.
Jadilah pelaku kasih. Belajarlah menjadi seorang pemberi dan bukan selalu menerima. Berhentilah untuk mencari tahu apa yang orang lain bisa lakukan untuk kita dan mulailah berusaha mencari tahu apa yang dapat kita berikan atau lakukan bagi orang lain. Jadilah pribadi yang memberi tanpa batas. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, jadikanlah aku pribadi yang murah hati seperti Engkau adalah murah hati. Biarlah kemurahan hatiMu melekat di dalam diriku, sehingga melalui kehadiranku semakin banyak orang diberkati. Amin. (Dod).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s