LATIHLAH DIRIMU DALAM HAL IBADAH!

LATIHLAH DIRIMU DALAM HAL IBADAH!

Baca:  Mazmur 84:1-13

“Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya TUHAN semesta alam!”  Mazmur 84:2

Kesukaan Daud adalah berada di bait Tuhan karena di situlah ia menemukan, mengalami dan merasakan hadirat Tuhan.  Inilah yang menjadi kerinduan dalam hidup Daud!  “Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN;”  (Mazmur 84:3).

Ada banyak orang Kristen yang merasa tidak betah berada di bait Tuhan.  Apa buktinya?  Mereka tidak serius saat melakukan ibadah, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang tampak main-main dan bersenda gurau.  Atau mereka melakukan ibadah hanya sebatas aktivitas jasmaniah dan rutinitas, bukan didasari oleh kasih dan kerinduannya untuk berjumpa dengan Tuhan secara pribadi.

“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”  (Matius 15:8-9).

Selama ibadah kita hanya sebatas rutinitas, tanpa disertai kasih dan kerinduan kepada Tuhan, kita takkan pernah merasakan dan mengalami manifestasi dari hadirat Tuhan.

Rasul Paulus menasihati,  “Latihlah dirimu beribadah.”  (1 Timotius 4:7b). Mengapa?  Karena  “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”  (1 Timotius 4:8).

Ini berbicara tentang kedisiplinan rohani!  Sering dijumpai orang-orang Kristen yang tidak disiplin rohani:  berdoa, membaca Alkitab atau beribadah hanya dilakukan pada situasi dan kondisi tertentu.

Ketika sedang menghadapi masalah dan pergumulan hidup yang berat mereka tampak bersemangat mengerjakan perkara-perkara rohani, tapi begitu keadaan sudah beres dan tampak normal, perkara-perkara rohani tidak lagi menjadi hal yang prioritas.

Penting sekali untuk mendisiplinkan diri dalam hal-hal rohani, karena disiplin rohani itu sangat bermanfaat bagi kebugaran rohani kita.  Jika kita sehat secara rohani, fondasi hidup kita pun akan semakin kuat;  seberat apa pun badai kehidupan menerpa, kita akan tetap tegak berdiri dan tak tergoyahkan.

Jadi untuk mengalami hadirat Tuhan secara permanen kita harus melatih diri dalam hal ibadah, dan itu butuh kedisiplinan tinggi.

Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah, tapi marilah semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat  (Ibrani 10:25).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s